Home Info Pati Pemerintahan Meski Pasrah, Perwakilan Perangkat Desa Asal Pati Ke Jakarta

Meski Pasrah, Perwakilan Perangkat Desa Asal Pati Ke Jakarta

Perangkat Desa
Nug/Wartapati. Perwakilan Kades dan perangkat desa bersiap berangkat ke Jakarta, Rabu petang (24/1/2018).

wartapati.com Pati – Sebanyak 42 perwakilan dari Kades dan perangkat desa asal Kabupaten Pati saat ini sudah ada di Jakarta. Keberangkatan mereka pada 24 Januari 2018 petang kemarin, menindaklanjuti sekaligus mengawal jajak pendapat Presiden Jokowi untuk menjadikan status dari perangkat desa menjadi PNS atau minimal mendapat gaji setara dengan PNS golongan 2A.

Aksi yang bermula pada 23 september 2017 dalam bentuk silaturahmi nasional di gedung DPR RI itupun dihadiri perangkat dan kepala desa se-Indonesia yang menagih janji Jokowi ketika hendak mencalonkan menjadi presiden.

Baca Juga : Ingin Jadi PNS, Perangkat Desa Kawal Jajak Pendapat Tagih Janji Jokowi

“Beliau (Jokowi) menyatakan akan memberi tunjangan kesejahteraan kepada perangkat dan Kades se-Indonesia setara gaji PNS golongan 2A, itu tertuang dalam nawacita Jokowi,” kata ketua Pasopati Dwi Totok sebelum memberangkatkan perwakilan perangkat dan Kades.

Diakuinya tidak ada aksi keberangkatan perwakilan tersebut, melainkan undangan resmi dari DPR RI untuk mengikuti jajak pendapat di kantor dewan pusat.

Baca Juga : Kades di Pati Harus Tahu Batasan Berpolitik Dalam Pilgub 2018

Dwi Totok menjelaskan, pada 23 september 2017 lalu sudah bermediasi dihadiri pihak Dirjen Kemendagri, Dirjen keuangan dan Kementerian Desa Tertinggal sudah memberi pernyataan bahwa ajuan teman perangkat desa dan Kades kepada Presiden lewat Menteri Dalam Negeri.

“Jadi kemarin saat saya rakornas, disampaikan Mendagri, beliau mengatakan sudah diakomodir, ditandatangani bersama menteri terkait, diajukan di meja sekretaris negara,” imbuhnya.

Selanjutnya : Awas! Kades Bisa Dipidana Gara-Gara Lakukan Ini Medsos

Ketua Pasopati Pati, Dwi Totok menyadari kebijakan sepenuhnya berada ditangan presiden. Pihaknya mengaku pasrah dan berusaha menagih janji.

” karena itu kebijakan, kami pasrah dan sudah berusaha. Seorang presiden minimal ketika berbicara seperti Sabda Pandita Ratu. Minimal harus diwujudkan,” pungkasnya.[Nug]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.