Home Info Pati Melalui Tirakat, Ditemukan Punden Mbah Gumirah Sukoharjo Margorejo

Melalui Tirakat, Ditemukan Punden Mbah Gumirah Sukoharjo Margorejo

Ditemukan Punden Mbah Gumirah Sukoharjo Margorejo
Nugroho/Wartapati. Penggalian bekas bangunan yang diduga berkaitan dengan punden dan sendang Mbah Gumirah di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo, Kamis (1/11/2018).

Wartapati.com Margorejo – Situs yang diduga berkaitan erat dengan punden Mbah Gumirah di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo ditemukan juru kunci setempat. Ditemukannya tumpukan batu bata yang tertimbun tanah di kedalaman hampir satu meter itu melalui ritual oleh juru kunci.

Juru kunci punden sekaligus sendang Mbah Gumirah, Joko Sunthi menjelaskan awal mula ditemukannya bangunan yang saat ini digali warga setempat, karena banyaknya peziarah yang selalu bertanya dimana makam atau punden Mbah Gumirah.

“Terakhir yang dari Todanan Blora tanya gimana caranya nyekar (ziarah), saya suruh dia membakar dupa di punden. Saking banyaknya yang tanya akhirnya saya Tirakat 7 hari selesai,” terangnya kepada wartapati.com, Kami siang (1/11/2018).

Baca Juga : Operasi Gabungan, Kayu 6 Truk Diamankan Dari Ronggo Kecamatan Jaken

Usai tirakat, Joko Sunthi menerima firasat melalui suara namun tidak ada orang yang berbisik di sekitarnya. Suara tersebut bilang ‘rumah saya di lor kulon (utara barat) punden’ sekitar pukul 03.00 dini hari pada Jumat (26/10/2018).

Pagi harinya, Joko Sunthi beraktivitas seperti biasa yakni mencangkul di ladang dan mampir di makam karena dia sebagai juru kunci makam umum desa setempat.

“Saya habis nyangkul sekitar jam 10.45 di makam. Saya merenung tadi malam ada firasat pembicaraan langsung. Namun ini rumah siapa yang suruh bangun. Pukul 11.30 saya kesini (punden) tidur disitu ada suara Ndang gage ah (segera-jawa), saya terbangun saya duduk merenung kata itu apakah ini suara tembusan tadi malam atau tidak,” lanjutnya.

Baca Juga : Wonosekar, Di Duga Bayi Teryata Isi Pocong Itu Adalah Bangkai Ayam

Usai sholat Jumat, juru kunci itu mencangkul tanah di lokasi sesuai bisikan gaib. Baru kedalaman 30 centimeter, ditemukannya barisan batu bata menyerupai pondasi bangunan. Batu bata itu digalinya untuk memastikan apa yang sebenarnya di dalam tanah di sekitar punden.

Untuk memastikan, Joko Sunthi mengundang warga untuk menyaksikan. Sekaligus untuk membuktikan apakah firasat yang diterimanya itu benar.

“Batu bata beda (ukuran) memang. Sebelum ini digali tertutup tanah, diatasnya ini tanduran jati dan beringin. Tidak ada cerita dulu disini ada bangunan. Entah itu makam atau tidak saya disuruh bangun,” katanya.

LIHAT JUGA VIDIO Persatuan Paguyuban Tosan Aji Antique Pati memamerkan koleksi pusaka

Sudah satu pekan ini warga menggali tanah yang berukuran 9×8 meter. Kedalamannya sekitar satu meter ditemukan bangunan dasar rumah dari material batu bata merah dicampur dengan semen gamping yang diperkirakan berusia lama.

Joko Sunthi adalah juru kunci kedelapan. Sayangnya juru kunci tidak mengetahui cerita apa yang berkaitan dengan Mbah Gumirah karena tidak ada cerita yang dituturkan dari juru kunci sebelumnya.

Lokasi penggalian itu sudah dikunjungi dari pihak dinas pendidikan setempat. Dari kunjungan itu, pihak dinas pendidikan menyurati badan arkeolog untuk meneliti lebih lanjut terkait sisa bangunan dari batu bata yang berbeda ukuran.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.