Home Info Pati Komunitas Mantan TKI di Desa Pasuruhan Ramai-ramai Buat Kerajinan Pelepah Pohon Pisang

Mantan TKI di Desa Pasuruhan Ramai-ramai Buat Kerajinan Pelepah Pohon Pisang

374
0
SHARE
Mantan TKI
Nug/Wartapati. Mantan TKI didampingi Penyuluh Lapangan Dinakertrans Pati membuat kerajinan dari pelepah daun pisang di balai desa pasuruhan kecamatan Kayen, Rabu siang, (13/9).

Wartapati.com Kayen – Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Pasuruhan, Kayen mengasah ketrampilan membuat kerajinan dari pelepah pohon pisang yang diambil secara cuma-cuma dari sekitar rumah. Mantan TKI sebagai peserta program Desa Migran Produktif (Desmigratif) mengasah ketrampilannya di Balaidesa setempat, Rabu (13/9) dengan pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pati.

Baca Juga : [IKLAN] RM Pak Bodong Sajikan Ndas Manyung Dengan Rasa Klasik

Program baru dari Kementrian Ketenagakerjaan tersebut melindungi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan keluarga langsung diaplikasikan ke sasaran. Untuk Kabupaten Pati terdapat di Desa Pasuruhan, Kayen dan Desa Sugirejo, Gabus karena sebagai ‘kantung’ TKI.

Kepala Disnaker melalui Penyuluh Lapangan (PL) Pencipta Wirausaha Baru Tenaga Kerja Muda, Lilik Sulistyo, menuturkan, pelaksanaan Desmigratif sudah empat kali yang tergabung dalam empat paket pelatihan ketrampilan. Dua paket (menjahit dan catering makanan) sudah dilaksanakan di Desa Sugirejo, Gabus sedangkan dua paket (makanan olahan ikan tawar dan kerajinan) dilakukan di Desa Pasuruhan.

“Untuk program Dismigratif ini baru awal diluncurkan oleh pemerintah dari kementrian ketenagakerjaan RI untuk desa migran produktif ini. Disamping memandirikan mantan TKI, kedepannya, peserta melalui Kades bisa langsung berhubungan dengan Kementrian Ketenagakerjaan dengan faslitas yang disediakan,” terang Lilik Sulistyo.

Selanjutnya : Pertanian Kecamatan Kayen Terancam Kekeringan

Melalui program itu, peserta dianjurkan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di desa. Seperti melimpahnya pelepah pohon pisang yang diproses menjadi hiasan cermin dan budidaya ikan kecil air tawar.

“Di Jawa Barat, makanan olahan ikan kecil air tawar sudah menjadi tren home industri. Nah, sesuai usulan Kades, sumber daya ikan kecil itu di desa ini juga banyak. Program ini juga memasilitasi sesuai kebutuhan seperti alat pengolah makanan,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Desa (Sekdes) Pasuruhan, M. Arwani menuturkan, dari 3.200 penduduk, sekitar 1.000 jiwa memilih merantau sebagai TKI, adanya program Desmigratif ini diharapkan bisa membantu dan menjadi mandiri dari sisi pekerjaan untuk peningkatan ekonomi warganya. Sehingga tidak bergantung menjadi TKI.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here