Home Info Pati Mangrove Kertomulyo, Trangkil Dirusak, Siapa Pelakunya?

Mangrove Kertomulyo, Trangkil Dirusak, Siapa Pelakunya?

SHARE
mangrove Kertomulyo, Trangkil
Nug/Wartapati. Lahan mangrove Kertomulyo, Trangkil yang dirusak.

Wartapati.com TRANGKIL – Demi memerluas tambak, pemilik lahan rela merusak tanaman mangrove di sepanjang pesisir Kabupaten Pati turut Desa Kertomulyo, Trangkil, Pati. Pengrusakan tanaman mangrove Kertomulyo, Trangkil merupakan kali kedua dimana pengrusakan pertama yang dilakukan pelaku, Sutrisno, dan selesai dengan surat peryataan.

Baca juga: Kodim 0718 Pati dan KAAP Tanam Mangrove Bareng

Seorang pegiat tanam mangrove asal Pati, Totok Hadi Lukito menjelaskan pengrusakan pertama pada tahun 2016 silam dan ditegur, kemudian pelaku bersedia menandatangani surat perjanjian tidak melakukan perusakan mangrove. Sedangkan tambak yang diolah pelaku adalah lahan milik negara.

Lanjutnya, perusakan kali kedua pada Maret 2017, dimana pelaku merusak mangrove secara bertahap untuk memperluas tambaknya lagi. Seluas 5×60 meter dirusaknya untuk dijadikan lahan tambak tambahan yang bersebelahan dengan area tanaman mangrove tersebut.

mangrove Kertomulyo, Trangkil
Nug/Wartapati. DLH tinjau lahan mangrove Kertomulyo, Trangkil yang dirusak

“Dia (Sutrisno, red), katanya sudah mendapatkan surat izin untuk mendirikan lahan tambak di tanah milik negara. Hal itu tidak kami permasalahkan. Tapi masalah perusakan penghijauan yang kami tanam dengan susah payah kok dirusak, kami jelas tidak terima,” jelasnya.

Kata Totok, penanaman mangrove dipermulaan memerlukan tenaga yang ekstra, namun tidak disangka ketika mangrove sudah besar justru dirusak. Terlebih penanaman mangrove bagian dari program penghijauan pemerintah.

Baca juga: Peduli Lingkungan dan Sosial, KAAP Tanam Pohon dan Bhakti Sosial

“Kami sudah mengirimkan laporan ke Polres Pati dengan tembusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Kodim, dan lainnya,” tambahnya.

Dari laporan itu, Kodim 0718/Pati bersama DLH sudah meninjau lokasi. Menurut Totok, kasus tersebut dilanjutkan, karena berdasar pada hasil tinjauan pihak bersangkutan. Dimana pihak DLH akan memanggil pelaku untuk meminimalisir kerusakan

 “Kalau dibiarkan, kami akan terus berontak. Kami masyarakat biasa ingin menanam mangrove dan membantu program pemerintah menjaga kelestarian lingkungan,” katanya. Nug

Comments

comments