Home ReneGo Lima Bulan Kekeringan, Desa Ini Beli Air Bersih Sehari-hari

Lima Bulan Kekeringan, Desa Ini Beli Air Bersih Sehari-hari

Wartapati.com Pati – Kekeringan sudah dialami warga Desa Penanggungan Kecamatan Gabus sejak lima bulan terakhir ini. Dalam keseharian warga mengandalkan pemberian bantuan dari instansi. Jika tidak ada bantuan air bersih, warga Desa Penanggungan terpaksa membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Hal itu diungkapkan perwakilan Pemerintah Desa Penanggungan Nur Khamid. Kondisi itu memaksa 700-an Kepala Keluarga (KK) untuk menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk membeli air bersih bagi anggota keluarga.

“Dari sebagian bantuan dari instansi lain dari BPBD, PMI, mau tidak mau kita beli dari isi ulang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk konsumsi,”

Dalam sehari perlu membeli 5 jerigen air bersih apabila tidak ada bantuan yang datang mengisi persediaan air bagi warga. Nur Khamid enggan menyebut berapa rupiah untuk membeli satu jerigen air. Beruntung tidak semua daerah di desa tersebut mengalami kekurangan air bersih. Desa Penanggungan bagian selatan masih bisa mengakses air bersih.

“Untuk mencukupi itu warga beli kurang lebih sehari 5 jerigen manu itu diirit-irit karena air mahal pas kekeringan,” kata Kades.

Namun di bagian lain desa tersebut ada yang terpaksa menggunakan air payau untuk kebersihan diri. Pasalnya penampung air dari program Pamsimas belum bisa maksimal, dimana hanya menghasilkan air payau ketika musim kemarau.

“Kalau mandi kita pakai air asin. Kita koordinasi dengan air PAM belum bisa masuk, Pamsimas disini asin,” imbuhnya.

Jika drop air bersih turun di desa, pihak pemdes tidak mengeluarkan biaya untuk pemenuhan air bersih bagi warga Penanggungan.

“Kita kalau menurunkan tidak ada (biaya), dari desa tidak mengeluarkan apa-apa, bekerja sama dengan instansi,” Kata Nur Khamid.

Beruntung bagi Desa Penanggungan yang menerima bantuan dari Kesatuan Gerak Bhayangkari. Dimana jelang hari jadinya yang ke 66 berinisiatif membantu warga terkait persoalan sosial yang ada di Kabupaten Pati.

“Jadi kita selaku aparat penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat tidak sekedar melakukan tupoksi, namun kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang menghadapi persoalan kekeringan air,” terang Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti di sela-sela drop air bersih menggunakan Armoured Water Cannon (AWC), Jumat pagi (28/9/2018).

Kapolres menambahkan bantuan yang diberikan langsung ini satu wujud sinergitas pemerintah tingkat dasar, yakni dari RT, RW dan pemdes dengan kepolisian dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.