Home Politik Lebih Hati-hati Saat Jabat Tangan Dengan Paslon Gubernur, Ini Sebabnya

Lebih Hati-hati Saat Jabat Tangan Dengan Paslon Gubernur, Ini Sebabnya

Jabat Tangan
Gambar ilustrasi

Wartapati.com Pati – Panwaskab (Panitia Pengawas Kabupaten) yang enggan berjabat tangan dengan salah satu paslon (pasangan calon) Gubernur Jawa Tengah disebuah kota beberapa waktu yang lalu sempat heboh pemberitaan di media massa. Sikap enggan tersebut pun diperhatikan Panwaskab Pati.

Menurut Ketua Panwaskab, Achwan, sikap enggan jabat tangan oleh salah satu Panwaskab di Jateng itu merupakan kehati-hatian saja. Pasalnya tidak ada peraturan secara umum atau tertentu yang mengatur jabat tangan dengan paslon pemilu.

Baca juga: Puting beliung di Winong, 1 rumah Rusak Berat, 13 Lainnya Rusak Ringan

Terlepas dari itu, Panwaskab selaku pengawas Pemilu di daerah patut menyontohkan netralitas. Seperti menghindari lobi politik dengan salah satu Paslon yang direncanakan di tempat tertentu.

“Yang penting menjaga netralitasnya. Misalnya ketemu paslon, ketemu ditempat tertentu non fomal akan terjadi deal politik itu yang dilarang,” jelas Ketua Panwaslu (Panita Pengawas Pemilu) Kabulaten Pati Achwan.

Sebaiknya Panwas menghindari bertemu dengan Paslon pada situasi non formal. Karena bisa saja dicurigai terjadi lobi-lobi politik dengan salah satu Paslon. Karena sanksi yang diberikan oleh DKPP pun sangat tegas. Bisa saja pemberhentian petugas Panwaslu yang terbukti melanggar peraturan.

Baca juga: Lakukan Grebek, Petugas Temukan 69 Miras Di Kamar Kos

Agar tidak timbul kecurigaan Masyarakat, Achwan mengimbau kepada anggota panwascam dan pengawas tingkat desa menghindari sikap-sikap yang berbau tidak netral selama proses Pemilu. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.