Home Info Pati Begini Cara Membuat Krupuk Kenikir Dan Okar, Inovasi Dari KWT Berkah Lumintu...

Begini Cara Membuat Krupuk Kenikir Dan Okar, Inovasi Dari KWT Berkah Lumintu Pati

KWT Berkah Lumintu, Pati
Nug/Wartapati. Proses pembuatan krupuk Kenikir dan Okra. Anggota KWT Berkah Lumintu, Pati iris adonan kerupuk kenikir dan okra sebelum dijemur.

Wartapati.com MARGOREJO – Agar memiliki daya saing penjualan, inovasi sebuah produk dibutuhkan. Terlebih produk tersebut adalah bahan pangan. Seperti yang dilakukan (Kelompok Wanita Tani) KWT Berkah Lumintu, Pati Desa Banyuurip Kecamatan Margorejo yang mengolah berbagai jenis krupuk berbahan baku daun.

Dilatar belakangi agar harga jual sayuran produksinya memiliki nilai lebih dan produk itu bertahan lama, akhirnya KWT yang beranggotakan sekitar 50 orang itu membuat produk makanan dalam bentuk krupuk yang dijual dalam bentuk mentah. Salah satu inovasi terbaru yakni krupuk daun kenikir dan sayur okra.

Baca juga: Selain Sosialisasi Dari DKP Pati, KWT Juga Butuh Sarana Penunjang Untuk Berinovasi

Ketua KWT Berkah Lumintu, Sri Ratna Wati, menjelaskan, pembuatan dua produk tersebut tergolong sederhana dalam tahapannya. Mulai dari memilih daun kenikir atau sayur okra segar kemudian menakar dengan berat 250 gram.

“Misalkan membuat krupuk daun kenikir, kita ambil yang segar dan timbang, cuci hingga bersih dan tambahkan air kemudian blender hingga halus. Setelah itu buat bumbunya dengan 1 ons bawang putih, daging ikan laut dan daun jiten putih yang dihaluskan dengan blender. Bumbu itu sebagai pengganti Monosodium Glutamat (MSG),” terangnya.
KWT Berkah Lumintu, Pati
Nug/Wartapati. Ketua KWT Berkah Lumintu tunjukan Sayur Okra sebagai bahan baku produk olahan krupuk.

Bahan lain yakni air panas dari kaldu ikan dan tepung tapioka sebanyak 1 kilogram. Dari semua bahan tersebut, campurkan tepung tapioka dengan satu sendok garam dan satu sendok gula pasir, kemudian tambahkan adonan daun kenikir serta bumbunya. Aduk jadi satu kemudian taruh dalam loyang yang diolesi minyak goreng.

“Kita siapkan pan (loyang) dengan dioles minyak goreng, usai itu tuang adonan tadi dalam loyang dan kukus selama satu jam. Jika sudah melalui tahapan mengukus, kita diamkan hingga dingin kemudian masukan ke lemari es sehari semalam. Baru kita potong tipis seukuran krupuk dan jemur. Nah itu baru bisa kita bungkus, dimana tiap bungkusnya 200 gram,” jelas ketua KWT Berkah Lumintu.

Dengan menjual dalam bentuk mentah, memiliki keungulan tersendiri karena lebih tahan lama dan memiliki harga jual lebih tinggi dibanding dengan menjual sayuran secara langsung. Sri Ratna Wati mengatakan, harga perbungkus dari olahan itu dibanderol Rp. 7.000 sedangkan untuk krupuk sayur okra Rp. 8.000.

Baca juga: Mie Hijau Kedungbulus Khas Pati

Terkait omzet, ketua KWT Desa Banyuurip, mengaku tiap harinya bisa menjual lima kilogram krupuk olahan. Perolehan nominal itu jika dikalkulasi lebih dari Rp. 5 juta tiap bulannya. Pendapatan itu dibagi untuk anggota dan kas KWT Berkah Lumintu.

Dalam mengembangkan produknya, Sri Ratna Wati menjelaskan, bahwa ada campur tangan dari dinas yang berhubungan dengan pangan. Selain itu KWT Berkah Lumintu mengantongi izin usaha dan berbadan hukum sejak awal tahun 2012.

“Dari dinas Alhamdulilah banyak sekali yang membina termasuk Dinas Ketahanan Pangan itu selalu membina kita, selain itu ada Dinas Koperasi, Disperindag, dan Pertanian. Untuk pemasaran, pasar pragola dan on line saat ini sangat berpotensi menyerap produk kami,” pungkasnya. Nug

Comments

comments