Home Teknologi Kreatif SMP PGRI 6 Kayen Kreasi Mandiri Buat Bio Aktif Untuk Cukupi...

Kreatif SMP PGRI 6 Kayen Kreasi Mandiri Buat Bio Aktif Untuk Cukupi Operasional Sekolah

berita pati
nug/wartapati.com siswa SMP PGRI Kayen Aktif dalam kegiatan pembuatan bio Aktif /17/11/18

Wartapati.com Kayen – Upaya pihak SMP PGRI 6 Kayen untuk menambah biaya operasional sekolah dengan cara membuat bio aktif yang berasal dari limbah sekolah. Pembuatan itu didampingi dari Woman Inspiration gage Go Organik (WI 3GO) Pati, Sabtu siang (17/1/2018).

Bersama 100-an siswa-siswi, guru mengikuti keterampilan membuat bio aktif yakni cairan alami membuat pupuk kompos organik. Pembuatan bio aktif yang sangat sederhana tersebut menggunakan bahan yang mudah didapat, semuanya adalah bahan alami.

Satu anggota WI 3GO Bambang mengatakan pembuatannya menggunakan ragi tape, gula merah, bekatul, terasi sesuai takaran yang dicampur dengan 10 liter air mendidih. Tahapan itu tidak instan, melainkan berproses selama 21 hari di dalam wadah kedap udara.

Baca Juga : SMK Kesuma Margoyoso, Melalui Schoolmart Siswa Belajar Kewirausahaan Langsung

“Menggunakan blung yang hanya ada lubang pembuangan gas disalurkan ke botol berisi air. Fungsinya untuk buang gas dan udara dari luar tidak masuk. Setiap tiga hari sekali harus diaduk. dari itu menjadi cairan bio aktif yang nantinya dicampur dengan air sesuai takaran untuk membuat kompos dan pupuk cair organic (POC),” katanya.

Bambang menambahkan bio aktif ini sangat efektif untuk mengatasi sampah organic dapur. Hanya menyemprotkan air campuran bio aktif ke sampah dan diaduk setiap tiga hari sekali, maka tempat sampah tidak menumpuk. Satu ember bak sampah tidak akan penuh selama enam bulan karena menjadi pupuk kompos dan POC.

“Campuran bio aktif dengan air sebanyak 1,5 liter berharga 20 ribu rupiah. Tinggal mengalikan saja campuran air dengan bio aktif tadi menjadi berapa liter,” kata Bambang.

Baca Juga : Karena Iseng, Dua Pelaku Penyebar Hoax Penculikan Anak Berurusan Dengan Polisi

Satu siswa SMP PGRI 6 Kayen Sigit Arya Teguh Panuntun mengaku asyik dalam pembuatan bio aktif secara berkelompok. Kesulitan saat mencampur bahan tadi dan kesabaran menunggu selama 21 hari itu dirasa sangat mudah karena dilakukan berkelompok.

“Hasilnya kalau jadi bisa dijual uangnya buat tabungan,” kata siswa kelas IX.

Kepala Sekolah Fauzan keterampilan ini satu solusi sangat tepat bagi momok sampah yang ada di lingkungan SMP PGRI 6 Kayen.

“Sampah yang menjadi momok ini bisa lebih berguna seperti yang disampaikan tadi. Yang mana nanti bermanfaat untuk kreasi anak. Menekan pengangguran. Termasuk guru juga diberi wawasan itu menjadi masukan untuk kita mengembangkan sekolahan berdiri sendiri.

Fauzan berharap jika pihak sekolah berhasil menerapkan metode pengolahan sampah ini, maka kedepannya bisa diaplikasikan pada lingkungan sekitar.Nug

Simak Juga Vidio SMA Kartini Rembang Sukses Gelar Peringatan Hari Pahlawan

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.