Home Info Pati Kendala Modal, Menjadi Jawaban Mangkraknya 23 Bank Sampah Unit

Kendala Modal, Menjadi Jawaban Mangkraknya 23 Bank Sampah Unit

berita-pati-hari-ini
Nug/Wartapati. Tenaga pemilah sampah di Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Pati.

Wartapati.com Pati – Kendala permodalan menjadi jawaban atas mangkraknya 23 Bank Sampah Unit (BSU) yang ter inventaris Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Pati. Karena pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati membolehkan BSU menjual hasil tabungan nasabahnya ke pemulung.

Kepala DLH melalui Kasi Manajemen Persampahan dan B3 Zaenuri mengungkapkan hal itu. Data yang dihimpun DLH terdapat 167 bank sampah yang berada di 21 kecamatan. Sebagian jumlah itu diarahkan oleh DLH ke BSI.

Baca Juga : 23-bank-sampah-unit-di-kabupaten-pati-mangkrak


“Binaan warga belum berinduk, kalau kita dari LH berinduk. Tapi kadang-kadang banyak kendala perlu permodalan ketat. Bank sampah dan DLH sendiri tidak bisa mengakses itu ya terpaksa dijual ke pemulung dan kita membolehkan,” kata Kasi manajemen persampahan dan B3, Selasa (6/11/2018).

Zainuri menambahkan ada regulasi yang melarang antara BSI dan Pemkab untuk memberi hibah berupa uang.

“BSI dalam regulasi bersama Pemda tidak boleh mengasih hibah uang yang ini belum kita pelajari juga dengan teman-teman Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD),” katanya.

Selama ini pihak DLH memfasilitasi sarana fisik berupa gedung lengkap dengan peralatan dan alat transportasi angkut sampah berupa motor roda tiga. Kasi Manajemen Persampahan menuturkan ada pinjaman mobil roda empat dari DLH jika diperlukan BSI.

Baca Juga : sebab-usia-ribuan-honorer-k2-asal-pati-tidak-bisa-ikut-seleksi-cpns


Tapi prakteknya BSI kewalahan untuk mengakses semua bank sampah yang minta penjadwalan angkut. Kedepannya nanti ada bikin semacam dump truk, DLH beli kemarin 1 untuk bank sampah induk kalau membutuhkan bisa,” imbuh Zainuri

Harapannya dengan dump truk itu bisa lebih cepat mengangkut sampah dari warga yang memerlukan. Tenaga dan biaya operasional transportasi pengangkut itu ditanggung oleh DLH Pati.

“Biaya supir dari DLH yang menghandle,” pungkas Kasi Manajemen Persampahan. NUG

Saksikan juga video Penemuan Punden Mbah Gumirah Sukoharjo Margorejo Pati Jawa Tengah

 



Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.