Home Wisata Kekeringan di Pati Juga Menyasar Sektor Pariwisata

Kekeringan di Pati Juga Menyasar Sektor Pariwisata

Kekeringan di Pati
Nug/Wartapati. Pengunjung desa Wisata Talun menurun saat musim kemarau

Wartapati.com Kayen – Tak hanya pemukiman dan persawahan, Kekeringan di Pati juga berdampak pada sektor pariwisata di Kecamatan Kayen di desa wisata Talun yang dikenal sebagai desa wisata pemancingan di Pati.

Penunggu tambak ikan Desa Talun, Didin mengaku sejak kemarau ini, pengungjung desa wisata baik pemancing maupun wisatawan menurun hingga 45 persen. tak lain adalah faktor kekeringan yang beedapak pada cuaca (suhu) panas dan kurangnya supali air tambak.

SelanjutnyaSedikitnya 54 Desa di Pati Terdampak Kekeringan

Di sisi lain, Kekeringan di Pati bagi petani tambak yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan Mina Sejahtera sangat membutuhkan air untuk budidaya ikan bawal, patin, tombro, nila dan gurami.

“Sementara ini pemancingan desa wisata Talun ini agak menurun karena cuaca ini kemarau, tidak seperti hari biasa musim penghujan. Sementara ini petani tambak mengeluh dari kekurangan air,” terang Didin yang juga merawat wisata pemancingan.

Kemarau ini, Petani tambak sekitar hanya mampu membudidayakan ikan bandeng, nila dan tombro karena supaliair untuk tambak menurun 20 persen

Baca Juga : [IKLAN] RM Pak Bodong Sajikan Ndas Manyung Dengan Rasa Klasik

“Airnya menyurut hingga 20 persen. memang sementara ini kekurangan air untuk budidaya ikan, kalau (air) konsumsi masih mencukupi. Harapan kami menungu air dari atas (waduk Kedungombo). Katanya 15 September dibuka, namun belum tahu nanti bagaimana,” tuturnya.Nug

Comments

comments

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.