Home Pertanian Kartini Pati Ini Ajak Masyarakat Kembali Ke Organik

Kartini Pati Ini Ajak Masyarakat Kembali Ke Organik

88
0
SHARE
Kartini Pati
Nug/wartapati. Eny Prasetyowati ketua 3GO saat menyemprot tanaman

Wartapati.com Pati – Sosok RA. Kartini terkenal dengan pendobrak emansipasi wanita. Namun di Pati, juga terdapat sosok pendobrak, yakni pendobrak tanaman organik di daerah.

Menggawangi komunitas Gage Go Organik (3 GO), Eny Prasetyowati mengajak khalayak untuk kembali ke organik. Meliputi tanaman hingga makanan organik yang dikelola dalam komunitasnya.

Baca juga: Sekolah Pinggiran Ini Tak Minder Unjuk Gigi Mural Di Joyo Kusumo

Bermula dari keprihatinan pribadi atas maraknya makanan yang mengandung kimia, mulai dari cara perawatan tanaman menggunakan bahan kimia. 3 GO mendobrak dan mengajak masyarakat untuk kembali ke organik.

“Pertama kali dengar nama Kartini, melekat sosok pendobrak emansipasi wanita. Dan di Indonesia ini belum meluas (kenal) tanaman organik, masih pertanian konvensional,” kata Eny.

Kartini Pati
Nug/wartapati. sosok Kartini Pati yang memperkenalkan produk 3GO

Sosok Kartini sebagai sosok pencari ilmu juga diterapkan di komunitas 3 GO. Mencari ilmu baru, lanjutnya, diinterpretasikan sebagai bentuk perjuangan mencapai hasil dengan cara continue.

Dari sisi relasi, 3 GO mengadaptasi sosok Kartini yang dikenal memiliki jaringan luas. Jaringan luas yang dimiliki komunitas ini bermanfaat sebagai media pemasaran hingga seluruh Indonesia.

“Kartini selalu mencari ilmu dan juga banyak kawan, sampai ke Belanda. Sedangkan belajar bentuk dari memperjuangkan sesuatu tidak putus. Di jaringan kita banyak ilmuwan, ibu rumah tangga, legislatif, birokrat. Kita berbagi berbagi ilmu disitu. Membentuk jaringan. Kalau Kartini ada di Belanda. Nah di 3 GO ada penguatan jaringan pemasaran, memperjuangkan organik memiliki ikatan kekeluargaan,” ungkap ketua 3 GO Pati.

Kartini Pati
Nug/wartapati. Tanaman tumbuh subur meskipun dengan bahan organik

Komunitas pecinta organik itu menginjak tahun ketiga dan disahkan menjadi berbadan hukum. Namun diusianya yang menginjak tahun ketiga ini, 3 GO tergolong mengalami kemajuan pesat.

Baca juga: Karnaval Kartini di Desa Godo, Winong Sarat Pawai

“Berdiri 16 September 2015. Ini tahun ketiga. Kalau berdiri awal tentu berbeda dengan sekarang, dulu belum ada dukungan di wilayah Indonesia. Namun sekarang memiliki 53 korwil Masing-masing kota, sampai Papua, NTT Gorontalo, Sumatra Kalimantan. Sekarang yang mendukung kita malah banyak,” imbuhnya.

Harapan komunitas organik yang memiliki ratus anggota ini berharap kedepannya menjadi pelopor organik berskala besar. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here