Home Hukum Juwana, Sengketa Tanah Hasil Lelang Negara Memasuki Proses Mediasi Namun Gagal

Juwana, Sengketa Tanah Hasil Lelang Negara Memasuki Proses Mediasi Namun Gagal

SHARE
Sengketa Tanah
Nug/Wartapati. Tergugat, Saifudi Zuhri didampingi kuasa hukumnya, Riyanta, SH menunjukkan surat gugatan pihak tergugat usai mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Selasa (28/11).

Wartapati.com Pati – Kasus perdata sengketa tanah di Juwana dan Batangan hasil lelang negara masih tarik-menarik antara dua pihak. Proses mediasi pun dilakukan kedua belah pihak antara penggugat dan tergugat hingga ke Pengadilan Negeri (PN) Pati namun tak membuahkan hasil atau gagal.

Salah satu pihak tergugat, Saifudi Zuhri (29) warga RT 8 Rw 1 Desa Pohijo, Margoyoso melalui kuasa hukumnya Riyanta, SH mengahdiri mediasi Sengketa Tanah bersama pihak tergugat lain di ruang mediasi PN Pati, Selasa (28/11).

Sedangkan pihak penggugat, Suparno (46) warga RT 5 RW 4 Desa Trimulyo, Juwana melalui kuasa hukumnya menggugat lima pihak, diantaranya termasuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang, Kantor Pertanahan Nasional (KPN) Pati dan bank swasta pihak pemberi kredit dan penerima agunan dari Penggugat.

Dalam surat gugatannya yang ditujukan kepada PN Pati, Pihak Penggugat melalui kuasa hukumnya menggugat tiga bidang tanah dengan luas ribuan meter persegi. Sebidang tanah dengan luas 213 meter persegi di desa Trimulyo, Juwana, sedangkan dua bidang tanah seluas 3.310 dan 3.480 meter persegi yang terletak di Desa Tlogomojo, Batangan Pati.

Diagunkannya tanah kosong itu untuk menjalankan usaha nelayan penggugat dengan meminjam modal usaha ke bank swasta pada tahun 2011 dan mengangsur kredit dengan lancar. Dalam perjalanan waktu, perjanjian kredit debitur dirubah beberapa kali oleh pihak bank dan terakhir sebagaimana tertulis perjanjian perubahan tertanggal 14 Maret 2012 atas ketiga Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diagunkan telah terpasang hak tanggungan atas barang sekngketa dalam perkara ini.

Berjalannya waktu, iklim usaha mengalami lesu dan berakibat pula pada usaha penggugat, sehingga permbayaran kredit tidak lancar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak bank meminta kepada KPKNL untuk melakukan pelelangan secara umum dengan dilelang pada 29 Maret dan 16 Juni 2017 di Kantor KPKNL Semarang.

Salah satu pihak tergugat, Saifudi Zuhri memenangkan lelang dan berhak atas kepemilikan tanah.

Pihak penggugat melalui kuasa hukumnya menilai pihak bank melakukan perbuatan melawan hukum karena melimpahkan barang sengketa tanpa Parate Eksekusi melalui PN Pati.

Meski perkara Sengketa Tanah tersebut menempuh proses musyawarah kekeluargaan hingga mediasi namun tak membuahkan hasil dan memilih menempuh jalur hukum.

Kuasa hukum Saifudi Zuhri, Riyanta SH, berpendapat penyelesaian perkara tersebut sebaiknya melalui proses mufakat, namun bilamana tak menemui jalan keluar, maka proses perdata pun akan ditempuh.

“Proses acara sesuai dengan azaz cepat, sederhana dan biaya ringan. Kalau bisa perkara tidak perlu ke pengadilanm namun selesai antar pihak melalui peran kepala desa. Kalau sampai ke PN menjadi lama, menang jadi arang, kalah jadi abu,” kata advokat Kantor Hukum Budi Utomo usai mediasi.[Nug]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.