Home Info Pati Budaya Ini Kemeriahan Kampoeng Ramadhan Kadjen Pati

Ini Kemeriahan Kampoeng Ramadhan Kadjen Pati

Kampoeng Ramdhan Kadjen
Nug/wartapati. Suasana yang meriah di Kampoeng Ramadhan Kadjen

Wartapati.com Margoyoso – Siapa yang sudah berkunjung di Kampoeng Ramadhan Kadjen, atau malah ada yang belum mengunjunginya. Di Kampoeng Ramadhan Kadjen menyuguhkan kemeriahan menjelang waktu berbuka puasa. Lalu ada apa saja di Kampoeng Ramadhan.

Puluhan pedagang makanan ringan sejenis santapan berbuka puasa atau takjil tertata rapi ditepi jalan sekitar balai desa. Mulai dari camilan hingga minuman manis ala berbuka puasa dijajakan pedagang. Selain itu minuman dingin terbilang komplit di kegiatan yang digawangi Karang Taruna Sumohadiwidjayan, Kajen.

Baca juga: Lipat Surat Suara Pileg Jateng Sampai Jumat 25 Mei 2018

Memanfaatkan pertigaan jalan desa, hiburan sederhana menemani pengunjung sembari menunggu waktu berbuka puasa. Banyak dari kalangan warga, santriwan dan satriwati berburu takjil penutup ibadah di bulan Ramadhan.

Ketua Pelaksana dari Karang Taruna Somohadiwidjayan, Muhamad Abdul Karim, menuturkan, keramaian sejak 1 hingga 24 Ramadhan ini sengaja dibuat semeriah mungkin menjadikan Desa Kajen untuk dikunjungi. Bahkan pengungjung dari Kabupaten Jepara ada yang pernah mengunjungi Kampoeng Ramadhan beberapa hari lalu.

“Bermula pada 2017, kami menemukan setiap kali ramadhan di Desa Kajen, masalah lalu lintasnya tidak lancar karena pedagang belum tertib. Kami ingin membuat acara semacam kampung yang awalnya ingin memusatkan pedagang menjadi satu sehingga tidak mengganggu lalu lintas desa. Sehingga kami kemas sedemikian rupa,” katanya, Senin petang (21/5/2018).

Dari daftar karang taruna, terdapat 67 pedagang yang menyuguhkan makanan ringan. Jumlah itu tergolong ‘mentok’, pasalnya sudah tidak ada tempat tersisa lagi bagi pedagang yang ingin bergabung di Kampoeng Ramadhan.

Bahkan pihak panitia sempat menolak belasan pedagang yang ingin masuk di Desa Kajen selama acara itu masih berjalan.

“Kemarin saja masih banyak pedagang yang ingin masuk disini sebab memang pendapatan per pedagang disini sangat luamayan, kotor saja 300-800 ribu per sore,” ungkap Abdul Karim.

Baca juga: Halaqah Kyai Muda Pati, Kutuk Keras Aksi Terorisme

Sekitar 60 persen pedagang diantaranya adalah warga desa setempat. Sedangkan sisanya berasal dari sekitar, pasalnya pihak panitia Kampoeng Ramadhan tidak membatasi asal pedagang dari mana.

Manfaat langsung pun dirasakan panitia, mulai dari lalu lintas desa yang sangat kondusif, menjadikan desanya sebuah magnet di bulan suci hingga peningkatan pendapatan warga sekitar.

“Kami ingin memberi nuansa religi di bulan Ramadhan agar lebih kondusif lagi. Semoga adanya acara ini memberi fasilitas pada masyarakat, pada santriwan dan satriwati yang ingin mengakaji kitab pada bulan Ramadhan di Kajen,” pungkasnya.

Simak liputan wartapati.com format video di chanel youtube wartapati. [NUG]

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.