Home Berita Nasional Ini Alasan Lagu Ini Gak Boleh Diputar Di Radio

Ini Alasan Lagu Ini Gak Boleh Diputar Di Radio

Lagu Ini Gak Boleh Diputar Di Radio
Gambar Ilustrasi/ Lagu Ini Gak Boleh Diputar Di Radio

Wartapati.com PATI – Lagu Ini Gak Boleh Diputar Di Radio- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah (KPID) Jateng telah mengeluarkan 40 daftar lagu larangan yang berkonotasi seronoh. Dari lagu yang terdaftar, maka stasiun radio wajib tidak memutarnya. Jika ditemukan masih membandel, maka KPID Jateng berhak memberikan sanksi pencabutan izin siar.

Baca juga: Empat Raperda Prakarsa Bupati Disetujui Semua Fraksi DPRD Pati

Selain itu, KPID jateng juga merilis daftar lagu yang dibatasi jam siaran atau harus disiarkan pada jam tertentu. Mekanisme berujung pada pencabutan izin didahului dengan surat teguran kepada yang bersangkutan.

Komisi Penyiaran Bidang Isi Siaran KPID, Suneka, menuturkan, pembatasan jam siaran lagu biasanya diputar diatas pukul 22.00 WIB. Hal lain dalam kunjungannya di Radio Pemerintah Kabupaten Pati juga menyampaikan keberadaan radio yang tidak berizin.

“Kalau untuk perizinan yang diajukan itu sama untuk radio pemerintah dalam  hal ini LPPL mapupun untuk LPS atau lembaga penyiaran swasta itu sama alurnya melibarkan tiga pihak, baik itu KPID, Kominfo maupun balai monitoring. Kalau di daerah ini ada di Pati, Blora dan Karangnayar. Rutenya di tiga komisi penyiaran itu,” ungkap Suneka, Senin (5/6).

Baca juga: Proses Izin Gangguan One Day Service Masih Perlu Dikaji

Karenanya, Lanjut Suneka, peran masyarakat sangat diperlukan untuk melapor pada Dinas Kominfo atau KPID tentang adanya stasiun radio tak berizin. Mengingat keterbatasan peralatan dari petugas untuk memantau siaran radio.

“Karena kami punya keterbatasan peralatan yang bisa menerima siaran dari radio yang tidak berizin tersebut. Kami  mohon peran serta dari masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan radio yang tidk berizin. Kalau di Pati punya kelompok pemantau yang terdiri dari 4 orang  yang satu itu dari Dinas Kominfo setempat,” pungkasnya. NUG

Comments

comments