Home Info Pati Karena Iseng, Dua Pelaku Penyebar Hoax Penculikan Anak Berurusan Dengan Polisi

Karena Iseng, Dua Pelaku Penyebar Hoax Penculikan Anak Berurusan Dengan Polisi

Dua Pelaku Penyebar Hoax Penculikan Anak Berurusan Dengan Polisi
Istimewa/Wartapati. Polisi interogasi pelaku hoax penculikan anak di Juwana dan Wedarijaksa.


Wartapati.com Pati – Bijaklah memberikan informasi di media sosial, Sudah dua perkara dan dua pelaku penyebar hoax melalui media sosial (medsos)berurusan dengan Kepolisian Resor Pati. Ironisnya dua pelaku itu berusia belasan tahun menyebarkan hoax melalui akun fb masing-masing.

Kasus pertama terjadi di Desa Growong Lor Kecamatan Juwana pada 29 Oktober lalu. Pelaku penyebar hoax adalah Febrian Christianto (14) warga Growong Kidul yang menyalahgunakan akun Facebook. Hoax yang dibuatnya menyebar dengan cepat, pasalnya pelaku memanfaatkan grup facebook Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP).

Baca Juga : Pemandu Karaoke Diamankan Saat Razia Miras Sabhara Polres Pati

Pelaku memperoleh foto dan mengunggahnya ketika petugas kepolisian yang mengamankan orang gila yang diduga warga setempat akan melakukan penculikan di Punden Mbah Dengklik  Desa Growong Lor.

Kasus kedua yakni terjadi di Desa Jetak Kecamatan Wedarijaksa pada 31 Oktober lalu. Pelaku atau penyebar hoax penculikan anak adalah Cahyo Hermanto (14) warga Desa Jatimulyo Kecamatan Wedarijaksa.

Akun facebook pelaku Manto Riots menyebarkan foto saat petugas mengamankan orang gila di TKP Desa Jetak. Oleh pelaku melalui akun facebooknya mengunggah foto pengamanan orang gila tersebut lengkap keterangan ‘Diduga ono penculik wis tekan jatimulo Wedarijaksa Pati ape Nyulik anake tanggaku lur, iki wis dicekel polisi.

Baca Juga : Wonosekar, Di Duga Bayi Teryata Isi Pocong Itu Adalah Bangkai Ayam

Hoax yang dibuatnya pun merebak dengan cepat pasalnya dia memanfaatkan grup facebook terbesar di Kabupaten Pati.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasubag Humas Iptu Agung Suhariono mengatakan dua pelaku yang masih dibawah umur itu mendapat pembinaan dari petugas usai membuat resah warganet atas hoax buatannya.

Selain mendapat pembinaan, dua pelaku membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang sama dengan pembubuhan materai 6.000 rupiah. Saat menginterogasi pelaku, petugas kepolisian juga membuat live report yang menyatakan bahwa penculikan anak di Wedarijaksa adalah hoax.

“Benar ada dua pelaku yang mendapat pembinaan, permintaan maaf tidak sampai tindakan hukum,” pungkas Kasubag Humas Polres Pati Iptu Agung Suhariono, Rabu (7/11/2018).Nug

Yang lagi cari tempat makan di kota pati, Atau hanya sekedar ngobrol santai bersama teman teman dan saudara anda, Kami REKOMENDASIKAN DI SINI

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.