Home Politik Dongkrak Hak Suara Pilgub, Difabel Pati Dapat Fasilitas Khusus

Dongkrak Hak Suara Pilgub, Difabel Pati Dapat Fasilitas Khusus

Nug/wartapati. Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesai (PPDI) Cabang Pati, Suratno saat terjemahkan bahasa isyarat pada tuna rungu di Aula KPU Pati Senin 7/5/2018

Wartapati.com Pati – Upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati untuk mendongkrak pengguna hak pilih dalam Pilgub Jateng 2018, salah satunya dengan memfasilitasi penyandang disabilitas. Dalam fasilitas yang diberikan, kaum difabel mendapat fasilitas khusus dari petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu diungkapkan Komisi Sosialiasi dan Kampanye, Imbang Setyawan, Senin (7/5/2018). Salah satu prinsip dalam Pemilu kada ialah aksesibilitas bagi pemakai hak pilih, termasuk penyandang disabilitas.

Baca juga: Menyambut Datangnya Ramadhan SMK Cordova Margoyoso Adakan Pelayanan Kesehatan Gratis

“Kita mewujudkan Pemilu ramah bagi rekan-rekan difabel. Pemilu yang aksesibilitas bagi rekan difabel menggunakan hak pilih. Dalam hal ini kita sosialisasi menyampaikan kondisi atau mekanisme, istilahnya digunakan untuk pemilik hak atau pemungutan suara yang memudahkan rekan disabilitas,” katanya.

Lanjutnya, perihal akses ke TPS menyesuaikan data pemilih disabilitas. KPU Pati akan menyediakan TPS yang aksesibel. Template juga disiapkan bagi penyandang tuna netra guna memepermudah saat pemungutan suara.

“Hari ini kita jelaskan mekanisme. Sehingga pemahaman hal itu terbentuk. Karena pendampingan ke TPS, berkait izin dari pemilih yang bersangkutan. Namun hak pilih merupakan kewenangan penuh dari dari difabel itu. Sehingga kerahasiaan di TPS terjaga,” ungkap Imbang Setyawan.

Semenatara itu, Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesai (PPDI) Cabang Pati, Suratno, mengungkapkan, tahun sebelumnya, tuna daksa dan grahita tidak sepenuhnya menggunakan hak pilih ke TPS. Pasalnya mayoritas dari mereka menderita lumpuh. PPPDI Pati mengharap ada sistem ‘jemput bola’ bagi tuna daksa dan grahita.

“Maka kemarin saya bilang, tolong yang lumpuh bisa jemput bola agar haknya tidak hilang. Dari KPU merespon dan melapor ke pusat, karena belum ada fasilitas itu. Yang ada hanya di rumah sakit,” ungkap Suratno.

Baca juga: Ini Perwakilan Duta Bahasa Asal Pati Yang Akan Maju Ke Tingkat Jateng

Berkaca pada Pilkada 2017, Ketua PPDI Pati menuturkan, pemakai hak suara dari kaum disabilitas kurang dari 50 persen. Melalui sistem ‘jemput bola’ nantinya bisa mendongkrak pemakai hak pilih di Pilgub Jateng 2018. Suratno menargetkan 70-80 persen suara dari kaum disabiltas Pati terpakai di TPS.

Saat ini PPDI mencatat ada 160-an anggota yang telah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.