Home Info Pati Dampak Lain Wacana Reaktivasi Kereta di Pati

Dampak Lain Wacana Reaktivasi Kereta di Pati

Dampak Lain Wacana Reaktivasi Kereta di Pati
Istimewa. Stasiun Juwana dulu

Wartapati.com Pati – Wacana reaktivasi kereta api dari Semarang menuju Lasem Kabupaten Rembang memiliki dampak bagi Kabupaten Pati. Meski sama dalam hal fasilitas transportasi, namun reaktivasi kereta lebih banyak memberi dampak positif dibanding jalan tol.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto baru-baru ini. Hal tersebut sempat dibahas di hadapan santri saat sarasehan bersama wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin di Ponpes Raudlatul Ulum Kajen Margoyoso.

Baca Juga : Penari Pati Sajikan Tari Kolosal Keanekaragaman Nusantara

“Kalau kereta api, ekonomi jalan (lebih berpengaruh-red). Kalau jalan tol hanya bus saja karena hanya dilewati saja,” terangnya.

Bupati melanjutkan di satu waktu pernah berdiskusi dengan kepala daerah lain terkait dampak tol bagi peningkatan ekonomi warga.

“Dari Bupati Brebes bilang tol, jualan telur asin turun 60 persen. Kalau musim lebaran dulu berhenti sekarang dilewati,” kata Haryanto.

Untuk Pengemar DIscont Jangan Lewatkan Lihat Vidio ini

Dari sisi pembiayaan, reaktivasi kereta lebih ekonomis dibandingkan dengan pembuatan tol. Yakni berkisar separuh dari pembiayaan pembuatan jalan tol.

“Tol dengan kereta api lebih murah kereta api. Kalau tol 25-50 milyar. Kalau kereta hanya separuhnya saja,” terangnya.

Bupati berharap agar reaktivasi kereta api dari Semarang ke Lasem dapat segera terakomodir. Karena ada banyak manfaat yang ditimbulkan. Seperti halnya pertumbuhan ekonomi maupun menekan angka kemacetan dan kecelakaan.

Baca Juga : Roro Sofyan Salah Satu Sosok Pecinta kicau Mania Berprestasi Dari Bumi Mina Tani

“Dampaknya akan sangat baik bagi warga Pati. Kami telah mengusulkannya beberapa kali. Termasuk saat diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia,” pungkas Bupati Haryanto. NUG

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.