Home Info Pati Sejak 2017 Bank Sampah Unit Desa Panjunan Tak Beroperasi

Sejak 2017 Bank Sampah Unit Desa Panjunan Tak Beroperasi

Bank Sampah Unit Desa Panjunan Mangkrak
NUG/Wartapati. Bank Sampah Unit (BSU) Desa Panjunan berhenti beroperasi

Wartapati.com Pati –  Keberadan Bank Sampah Unit (BSU) Pada Suatu daerah diharapkan menjadi solusi mengatasi persoalan sampah, tetapi pada kenyataanya ada beberapa tempat bank sampah yang tidak berjalan operasional sebagaimana mestinya, bahkan cenderung berhenti beroperasi

Salah satu Bank Sampah yang tidak beroperasi adalah Desa Panjunan terlihat berhenti beroperasi dan tidak  berfungsi. Padahal di unit yang terletak di Jalan Pati- Kayen memiliki alat dan fasilitas yang cukup memadai. Bahkan fasilitas motor roda tiga berplat merah dibiarkan teronggok di tepi jalan tak terawat.

Baca Juga :  Sebab Usia, Ribuan Honorer K2 Asal Pati Tidak Bisa Ikut Seleksi CPNS

Bangunan cukup luas itu memiliki lahan kosong di belakang gedung, namun lahan dibiarkan tak terawat dengan sampah berserakan.

Alat-alat besar untuk mengolah sampah di satu ruang BSU Panjunan itu tampak lama tak terpakai. 

Fasilitas pengangkut sampah yakni motor roda tiga dibiarkan teronggok di tepi jalan Pati – Kayen lengkap dengan plat nomor merah yang masih tertempel di bak belakang. Tampak sarana itu dibiarkan begitu saja, tanpa ada pembersihan. Beberapa komponen motor sudah tak berfungsi.

Baca juga : 23 Bank Sampah Unit di Kabupaten Pati Mangkrak

Dikonfirmasi terpisah Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Pati Eko Supriyatno mengaku jika BSI bertanggung jawab mengoordinir keberadaan BSU desa maupun sekolah. Keberadaan BSI dan BSU sama-sama di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ditambahkannya selama ini belum ada koordinasi antara BSI dan DLH untuk mengatasi BSU yang mangkrak.

“Jadi DLH itu sendiri yang semestinya harus berupaya mensinergikan antara DLH dan BSI. Dan selama ini belum pernah kita diajak bagaimana diajak bagaimana solusinya BSU yang mangkrak itu,” kata Eko, Senin (5/11/2018).

Baca juga Melalui Tirakat, Ditemukan Punden Mbah Gumirah Sukoharjo Margorejo

Pihaknya pun sudah mengupayakan melalui gagasan-gagasan yang membangun untuk mengatasi persoalan mangkraknya BSU. Dari catatanya terdapat 23 dari 69 BSU yang mangkrak.

“Saya ibaratnya hanya tim pemikir saja. Pikiran yang saya sampaikan ke DLH menurut saya di BSI minta pada DLH untuk inventarisir,” imbuh Direktur BSI Kabupaten Pati.

Dari hasil inventarisasi tersebut nantinya dianalisa bersama apa saja penyebab dan faktor resiko sebab mangkraknya BSU-BSU. Lanjutnya apabila benar-benar tidak bisa diberdayakan lagi, maka perlu penarikan fasilitas dari BSU ke DLH Pati.

Eko berharap program 1.000 bank sampah yang dicanangkan pemda mina tani bisa terwujud. Program tersebut juga mendapat dukungan dari bupati melalui Surat Edaran (SE).

“Beliau berkenan buat SE. tindak lanjut SE itu sejauh mana, saya sendiri juga bingung. Nah padahal itu suatu peluang suksesnya Pati kalau 1.000 bank sampah terwujud. Jadi Pati bisa berkibar,” pungkasnya.Nug 

Saksikan juga video ” Semangaat Anak Anak Pelajar SMPN 1 Pati Daur Ulang Sampah

 

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.