Home Info Pati Banjir 4 minggu, Petani Pasuruan Kayen Tetap Panen Padi

Banjir 4 minggu, Petani Pasuruan Kayen Tetap Panen Padi

berita pati hari ini
Nug/Wartapati. Petani Desa Pasuruan Kecamatan Kayen, Masrur memanen padi ditengah banjir.

Wartapati.com Kayen – Petani Desa Pasuruan Kecamatan Kayen, Pati terpaksa memanen padinya di usia yang belum layak panen. Hal itu dikarenakan lahan sawah sudah terkepung banjir selama 4 pekan ini.


Masrur warga Pasuruan memanen padi menggunakan terpal yang dibentuk menjadi sebuah wadah agar bisa mengapung di atas air. Berbekal sabit, bersama istrinya, Masrur menerjang banjir kedalaman satu meter untuk mengambil padi yang belum tentu berkualitas bagus.


“Terpaksa panen sebelum umur. Jadi masih hijau ini. Padi ini sekitar 4 bulan. Seharusnya panen 10-12 hari lagi,” katanya, Rabu (12/12/2018).


Kualitas padi yang kurang bagus karena busuk dan belum benar-benar matang, membuatnya merugi 25 juta rupiah per hektar. Padahal modal tanam dan perawat setidaknya menghabiskan kaya 12 juta rupiah.


“Kalau dijual, paling separuh harga tengkulaknya mau, soalnya padi campur busuk,” terang warga RT 2 RW I Pasuruan.


Banjir yang kerap menghampiri lahan sawah di Desa Pasuruan diduga karena luapan air akibat sedimentasi Sungai Juwana. Akibatnya 250 dari 300 hektar sawah yang ada di Pasuruan terendam banjir meski baru memasuki musim hujan.


“Kalau dikeruk saya rasa bisa, seandainya ada banjir tidak seperti ini. Kalau hanya janji dan ditinjau saja ya seperti ini. Katanya tunggu dana pusat,” harap Masrur.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.