Home Info Pati Bak Primadona, Desa Harus Mandiri Melalui Peran Santri

Bak Primadona, Desa Harus Mandiri Melalui Peran Santri

Nug/Wartapati. Acara sarasehan Ponpes Menguatkan Peran Santri Dalam Memabngun Kedaualtan Desa di Ponpes Raudlatul Ulum Kajen Kecamatan Margoyoso, Rabu malam (17/10/2018).

Wartapati.com Margoyoso – Segala fasilitas lengkap dengan otonomi terdapat di satu lembaga yang bernama desa. Terlebih tempat tersebut memiliki potensi yang beragam sehingga akan berpengaruh besar dalam perekonomian suatu daerah.

Dukungan terhadap desa kini semakin lengkap dengan adanya undang-undang yang mengatur pemerintahan di tingkat paling bawah itu. Bantuan berupa materi seperti dana desa pun sudah dikucurkan dari pemerintah pusat dengan nominal yang cukup besar.

 

Sehingga potensi-potensi tersebut seharusnya bisa digunakan sebuah desa untuk mandiri, termasuk mandiri di bidang perekonomian. Apalagi desa tersebut terdapat peranan santri dan santriwati yang lekat dengan kehidupan pesantren.

Baca Juga : Pesantren Pati Siap Kerja Sama Dengan Perusahaan Tingkat Provinsi

Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Ali Mansyur mengatakan apabila suatu desa memiliki potensi atau sumber daya manusia dari santri, maka hanya perlu sedikit pelatihan keterampilan untuk memandirikan suatu desa.

“Kalau di pesantren ya ke live skill. Karena khusus yang pesantren itu titik lemah kan ada di live skill. Nah jadi daya saing itu untuk saat kompetisi dengan pihak lain. Itu harus ada kemampuan skill individual dalam keterampilan di bidang apapun. Itu eranya seperti ini,” terangnya.

Lanjutnya dengan adanya unsur undang-undang yang diaplikasikan dengan potensi yang ada di satu desa maka akan semakin mempercepat kemandirian ekonomi penduduk.

Baca Juga : Filosofi Pesantren Pati Jadi Gagasan Kedaulatan Desa

“Apa dengan anggaran yang sangat besar ini baik dari dana desa, ADD maupun dari bantuan pemprov ini mau dibawa kemana. Sebenarnya banyak contoh positif ketika ada penguatan di desa.

Nah kemandirian desa itu yang harus diwujudkan,” terangnya usai sarasehan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah di Ponpes Raudlatul Ulum Kajen, Margoyoso Rabu malam (17/10/2018).

Dari kemandirian desa itu, maka akan memiliki dampak positif di berbagai bidang, seperti menekan arus urbanisasi yang kini semakin membengkak.

“Kalau desa itu kuat mandiri punya kedaulatan dalam bentuk perekonomian maka arus urbanisasi bisa ditekan,” pungkasnya.Nug

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.