Home Info Pati Budaya Artefak Dan Warisan Sejarah di Desa Prawoto, Sukolilo

Artefak Dan Warisan Sejarah di Desa Prawoto, Sukolilo

Prawoto, Sukolilo
Istimewa/wartapati Peneliti dan sejarawan saat melihat artefak yang ada di Desa Prawoto, Sukolilo.

Wartapati.com SUKOLILO – Keberadaan artefak di beberapa titik di Desa Prawoto, Sukolilo merupakan warisan sejarah yang harus tetap dijaga. Adanya artefak ini kaya akan nilai dan potensial untuk direkontruksi.

Baca juga: Pameran Produk Pemuda dan Perempuan Pati Ada Disini

Hal ini disampaikan oleh sejarawan dan budayawan asal Jogja, Ki Herman Sinung Janutama saat napak tilas di Desa Prawoto. Meskipun peninggalan sejarah yang tersisa tidak banyak tetapi sangat baik dan potensial untuk diteliti.

 

“Kami melihat artefak ini bisa direkonstruksi untuk menjadi kota tua. Bukan hanya sekedar desa tapi kota. Dan dari konstruksi itulah yang nantinya akan memperlihatkan bagaimana kemajuan planologi atau cara berfikir peradaban jaman dahulu,”terang Ki Sinung.

 

Dari artefak yang ditemukan, diperkirakan daerah Prawoto dulu dibangun menjadi peradaban kota. Terbukti dengan adanya gapura maupun batu yang bukan berasal dari Prawoto asli.

 

“Kami mendapatkan ada artefak yang diperkirakan sengaja didatangkan dari daerah lain. Oleh karena itulah kami yakin Prawoto ini sengaja dibangun. Bahkan konsepnya juga menarik, yakni ada kota diatas dan ada kota di bawah,”ujarnya.

 

Sementara itu peneliti yang juga merupakan dosen Unwahas, Ali Romdhoni mengungkapkan tertarik dengan daerahnya (Prawoto) zaman dulu. Ia kaget lantaran Prawoto pernah ditulis secara detail oleh peneliti asal eropa H.J.De Graf.

 

“Awalnya saya mulai melakukan penelusuran sejak tahun 2001 sampai sekarang. Saya kaget dalam membaca tulisan De Graf tentang runtuhnya majapahit dan berdirinya Mataram Islam dijelaskan secara detil tentang Prawoto. Tentu sebagai orang Prawoto saya menjadi tertarik,”ujarnya.

Baca juga: Spesialis Curat Berhasil Digelandang Unit Reskrim Polres Pati

Keterangan De Graf pun sesuai dengan kondisi Prawoto saat ini. Misalnya adanya bekas keraton, warga yang mewarisi cerita tutur, serta babad tanah jawi yang muncul di serat Negra Kertagama.

 

“Bahkan saat belajar di Tiongkok saya menemukan jejak batu mirip dengan benda yang ada di Prawoto. Jejak batu itu saya temukan di masjid Niujie, masjid tertua yang ada di Beijing Tiongkok,” imbuhnya. [DW]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.