Home Info Pati Anak dibawah Umur Nekat Jadi Pemandu Karaoke

Anak dibawah Umur Nekat Jadi Pemandu Karaoke

SHARE
Nug/wartapati. Korban Razia Koz Yang dilakuk Satpol PP Pati

Wartapati.com Pati – Ada-ada saja temuan Satpol PP Pati selama razia penegakan Perda Kepariwisataan nomor 8/2013. Dari razia yang dilakukan, petugas menemukan anak berusia pelajar yang nekat menjadi Pemandu Karaoke (PK) yang tinggal di kos kawasan Pati kota, Selasa (15/5/2018).

Informasi yang didapat petugas satpol PP dari hasil pemanggilan keluarganya, anak yang bersangkutan sebenarnya diminta keluarga untuk memilih kursus untuk ketrampilan. Namun rupanya anak tersebut memilih pergi dari rumah dan menjadi pemandu karaoke.

Baca juga: Belum Resmi Dibuka, Bioskop Pati Sudah Bisa Digunakan

Tak hanya itu saja, saat razia yang digelar Selasa (15/5) satpol PP secara mengejutkan juga menemukan perempuan yang kabur dari rumah setahun terakhir. Pihak keluarga sebenarnya berupaya mencari kemana-mana namun sulit menemukannya. Dari razia itulah keberadaan perempuan itu justru diketahui. Ironisnya saat ditemukan perempuan itu tengah berduaan dengan seorang pria di kamar kos di Desa Pelangitan, Kecamatan Kota.

“Tadi yang kita Panggil untuk di ruang khusus, diinformasikan bahwa cewek itu sudah pergi kurang lebih 1 tahun, cuma pengakuan dari yang bersangkutan itu pergi 3 bulan. Tapi yang budhenya mengatakan sudah 1 tahun sejak dari SMP,” kata Kepala Satpol PP melalui Sekertaris, Imam Rifa’i.

Perempuan itu dari informasi yang didapatkannya memang dari SMP dulu sudah mbedhal, pergi.

“Dicari gak ketemu. Pulang lagi, kemudian mbedhal lagi pergi lagi dan tadi ketemu di Plangitan,” ungkap Imam Rifa’i.

Temuan lain yang didapatkan yakni adanya seorang perempuan asal Bandung yang tidak memiliki kartu tanda identitas elektronik. Diduga perempuan muda itu bekerja sebagai pemandu karaoke di Kabupaten Pati.

Baca juga: Dua Tahun Berturut-turut, Kabupaten Pati Raih Penghargaan Ini

Sedikitnya empat pasangan tak resmi juga diamankan petugas Satpol PP Pati di tempat kos Desa Pelangitan. Mereka diamankan setelah bermesraan di kamar kos dan tak bisa menunjukkan dokumen yang mengisyaratkan suami istri.

Setelah mengikuti pembinaan dari petugas, penghuni diperbolehkan kembali ke alamat sesuai KTP dengan syarat dijemput pihak keluarga atau perangkat desa. [NUG]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.