‘Lorong’ Pentas Teater Perdana nan Epik dari STAI Pati

Read Time1 Minute, 39 Seconds

Wartapati.com Pati – Kemasan alur cerita nan epik sukses diperagakan teater As dari Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP). Mengemas cerita tragedi sosial dengan judul ‘Lorong’ membuat tim teater As mewarnai kesenian Pati.

Karya Puthut Bukhorie diperagakan di lantai II gedung B. Melibatkan sutradara Beni Dewa, cerita dimulai dengan latar belakang perkampungan kumuh bernama Lohijo.

Satu warga Jambul dalam permulaan cerita itu menderita sakit misterius. Persoalan yang diderita Jambul memicu perdebatan warga Lohijo guna mencari solusi.

Kendala keuangan dialami warga Lohijo untuk mengantarkan Jambul ke dokter. Di sisi lain warga tampak ragu jika penyembuhan dilakukan oleh dukun.

Cerita bersambung dengan peran Prantoro yang mampu menyembuhkan penyakit misterius yang diderita Jambul. Penyakit Jambul pun sembuh dan warga Lohijo gembira.

Namun dibalik niat baik Prantoro, ternyata menyimpan niat lain. Prantoro menyembuhkan Jambul memiliki kepentingan politik ‘balas budi’. Karena Prantoro merupakan pesuruh Investor yang ingin menggusur kampung Lohijo.

Untungnya, Selip, salah seorang warga mengetahui rencana itu. Warga berupaya melakukan pemberontakan. Namun sayang, perlawanan dari warga miskin itu rupanya dengan mudah dikalahkan oleh aparat keamanan. Bahkan perkampungan itu tetap saja digusur.

Mohammad Noor Fais, lurah Teater AS Staip mengatakan, melalui pentas perdana tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur setelah melalui proses latihan yang digelar sekitar empat bulan terakhir ini.

“Selain sebagai bentuk penguatan minat dan bakat, kami berharap ini mampu menjadi bekal bagi mahasiswa STAIP yang tergabung di Teater As. Karena dari proses teater sendiri membawa banyak manfaat selain dari sisi keseniannya,”terangnya.

Di satu sisi dalam proses penggarapan teater biasanya akan disertai dengan proses pengkajian dan bedah naskah. Selain itu setiap actor tentunya juga dituntut untuk mempelajari karakter orang lain. Sehingga akan memunculkan semangat toleransi dan saling memahami.

“Proses teater sendiri berlangsung kolektif. Tidak bisa berjalan sendiri oleh karena itu bekal keorganisasi dan solidaritas harus kuat. Sisi lebih lainnya bagi yang kuliah di jurusan tarbiyah, seorang calon guru tentu harus bisa memberikan materi pembelajaran dengan menarik. Dan itu bisa dipelajari dengan dasar teater,” tambahnya.Nug

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=SgdDuAyZ2Ns[/embedyt]

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close